1 April 2012 - 19:30

William Hague, menteri luar negeri Inggris akhirnya memberi pengakuan dalam pernyataan terbarunya bahwa Inggris terlibat dalam upaya penggulingan Bashar Al Assad Presiden Suriah dengan memberikan dukungan dan bantuan material kepada kelompok oposisi Suriah.

Menurut Kantor Berita ABNA, William Hague, menteri luar negeri Inggris akhirnya memberi pengakuan dalam pernyataan terbarunya bahwa Inggris terlibat dalam upaya penggulingan Bashar Al Assad Presiden Suriah dengan memberikan dukungan dan bantuan material kepada kelompok oposisi Suriah. Kantor Berita Fars News menyebutkan, Hague mengajukan berbagai rencana peningkatan dukungan terhadap kelompok-kelompok bersenjata di Suriah. Setelah konfirmasi langsung Hague atas dukungan negaranya terhadap kelompok besenjata Suriah itu, pemerintah Inggris berencana mengirim bantuan lebih banyak kepada kelompok oposisi dalam rangka membantu mereka menggulingkan pemerintahan Assad. Hague menolak intervensi militer di Suriah namun pada saat yang sama ia mendukung pengiriman bantuan kepada kelompok-kelompok bersenjata Suriah itu berupa perlengkapan komunikasi strategis. Sumber-sumber diplomatik menyatakan bahwa kondisi di Suriah menyerupai perang dalam negeri di Libya dan bahwa Inggris telah menyedikan sarana radio dan alat-alat komunikasi untuk kelompok oposisi Suriah agar dapat memiliki siaran radio. Upaya tersebut dibantu langsung oleh Turki dan negara-negara jiran Suriah. Inggris juga mendukung sanksi yang diberlakukan oleh Uni Eropa guna mengguncang pemerintahan Assad. Berdasarkan sanksi tersebut, bank sentral Suriah tidak dapat bertransaksi dengan lembaga-lembaga finansial Uni Eropa. Selain itu, para pejabat Suriah tidak diperkenankan berkunjung ke Eropa dan seluruh aset pemerintah Suriah di benua Eropa dibekukan. Hague memprotes instabilitas di Suriah dengan menarik Duta Besar Inggris untuk Damaskus